cara membuat kaki palsu

Prostetik Modern: Cara Membuat Kaki Palsu

Cara Membuat Kaki Palsu dan Penerapan Teknologi  Muktahir

Kehilangan anggota tubuh yang dialami seseorang tentulah akan selalu membawa perasaan frustasi, trauma dan depresi. Namun demikian, kemajuan di bidang prostetik dan ilmu terapi fisik sungguh luar biasa.  Ilmu prostetik yang dikhususkan dalam cara membuat kaki palsu dikombinasikan dengan teknologi muktahir telah memberi harapan hidup bagi para pasien amputasi.

Selain itu, prostetik modern kini dibuat dari material-material terbaru seperti plastik dan komposit fiber-karbon.  Material-material ini menjadikan prostetik modern lebih ringan, lebih kokoh dan mendekati tampilan riilnya. Cara membuat kaki palsu di abad ini semakin dilengkapi dengan teknologi muktahir, seperti myoelectrik, laser dan 3D Printing. Teknologi muktahir memungkinkan terciptanya sistem yang lebih terkontrol. Adaptasi secara otomatis memungkinkan kaki palsu berfungsi optimal, misalnya untuk berjalan atau menggenggam.

Setiap Pasien adalah Unik

Setiap pasien adalah unik dengan kondisi amputasi yang  unik pula. Oleh sebab itu, prostetik anggota tubuh harus dirancang dan diproduksi sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan setiap individu. Disinilah peran spesialis prostetik dengan keahliannya dalam fabrikasi dan desain prostetik yang tepat. Ahli prostetik harus memiliki keahlian mensinkronkan antara perangkat artifisial ke tubuh manusia, sehingga beragam keahlian harus dimilikinya diantaranya anatomi, fisiologi, teknologi dan teknik.  Teh Lin memiliki tim profesional  yang memberikan konsultasi dan layanan menyeluruh serta rekomendasi ortosis/prostesis bagi setiap pasiennya.

Untuk pasien yang mengalami amputasi pada kaki atau  lengan, ada 4 tipe amputasi pada umumnya:

  • AKA (Above the knee/trans-femoral amputation: amputasi di atas lutut termasuk lutut palsu;
  • BKA (Below the knee/trans tibial amputation): amputasi di bawah lutut, kaki prostetik menempel pada kaki bagian atas yang utuh;
  • BE (Below the Elbow/transradial): prostetik lengan bawah; dan
  • AE (Above the Elbow/transhumeral): prostetik lengah atas dan bawah, termasuk siku palsu.

Ada beragam metode fabrikasi dan komponen dalam cara membuat kaki palsu. Pada artikel ini, disajikan 5 langkah umum dalam cara membuat kaki palsu, khususnya untuk tipe BKA (Below the Knee). Tipe BKA membutuhkan gerak/langkah lebih sedikit dibandingkan AKA.

 

prostetist

Ahli Prostetik: Cara Membuat Kaki Palsu

5 Langkah Cara Membuat Kaki Palsu

Di bawah ini adalah langkah-langkah cara membuat kaki palsu yang umum digunakan oleh para ahli prostetik. Jika memungkinkan, seorang ahli prostetik dapat mulai mengukur sebelum anggota tubuh pasien diamputasi, sehingga proses fabrikasi dapat mulai dikerjakan.  Dokter dan ahli prostetik berdiskusi sebelum dilakukannya operasi. Tujuannya untuk mendiskusikan secara detil tindakan amputasi yang akan dilakukan, sehingga prostetik yang dibuat nantinya bisa secara tepat sesuai dengan kebutuhan si pasien.

Langkah 1: Tahap Awal – Diagnosa Soket

Pasca operasi, pasien memperoleh rehabilitasi awal seperti penyembuhan luka dan evakuasi cairan dari anggota tubuh residu serta program menaikkan berat badan. Setelah luka sembuh dan  tidak terjadi pembengkakan berlebih, ahli prostetik akan memberikan soket sementara kepada pasien untuk menutupi anggota tubuh yang diamputasi. Ini merupakan sebuah uji coba awal.

Selanjutnya dibuatlah soket diagnostik (check socket) menggunakan bahan plastik, misalnya tipe PETG yang dioven menggunakan infra merah. Dalam industri plastik, proses ini dikenal dengan nama Vivak. Selanjutnya, ahli terapi akan menggunakan soket ini untuk menguji kecocokan pada anggota tubuh residu. Tingkat kenyamanan dan efektivitas prostetik sebagian besar diatur oleh kecocokannya terhadap anggota tubuh residu si pasien. Teknologi muktahir seperti laser dan 3D printing akhir-akhir ini mulai digunakan untuk mendapatkan socket yang paling presisi. Di samping itu, beberapa komponen ditambahkan untuk melengkapi soket tersebut.

Ahli terapi akan mendiskusikan dengan pasien metode-metode yang dipilih untuk menahan tubuh pasien di kaki baru tersebut. Ada beberapa metode seperti Suction, Vaccuum atu Pin System. Suction menggunakan sistem katup satu arah yang dipasang pada soket. Katup ini berfungsi mengeluarkan udara saat anggota tubuh dimasukkan pada soket. Udara tersebut tidak akan masuk kembali dan soket akan menahan tubuh pasien pada tempatnya. Sistem vakum hampir mirip seperti teknik suction tetap menggunakan pompa pengisap udara. Pompa semacam piston yang akan menyerap udara pada saat pasien berjalan/melangkah dan sebagai pengganti pylon (membuat kaki menjadi lebih panjang). Sistem pin menggunakan silikon luruh sepanjang anggota tubuh residu yang memiliki pin bergerigi pada ujung bawahnya yang dapat terkunci pada bagian bawah soket.

Setelah mendapatkan kesepakatan, maka soket diagnostik dibawa kembali ke laboratorium untuk mulai diproduksi.

Langkah 2: Proses Produksi Permanen: Single Stage Lamination

Pada langkah kedua ini sistem fabrikasi dimulai untuk memproduksi soket yang definitif. Untuk sistem pin dan suction menggunakan single stage lamination. Ada beberapa tipe bahan yang dapat digunakan untuk layup: nylon stocking, nyglass stocking (campuran nilon dan fiberglass), spectracarb (komposit serat karbon fiber dan spectra), dan karbon fiber (yang paling ringan dan kokoh).

Komposisi serat yang digunakan akan bervariasi disesuaikan dengan berat tubuh dan aktivitas pasien. Pemilihan desain dan bahan disesuaikan dengan kesepakatan bersama pasien. Semakin banyak material yang digunakan akan semakin banyak resin untuk melaminating. Dan semakin kokoh soket maka akan semakin berat begitu pula sebaliknya. Idealnya, ketebalan soket sekitar 3/16 dari berat soket dan haruslah sekokoh mungkin.

Langkah 3: Proses Produksi Permanen: Two Stage Lamination

Sistem vakum dan sistem suspensi suction menggunakan two stage lamination.  Setelah laminating selesai, resin dengan campuran pigmen dituangkan dan dibiarkan selama sekitar 1-2 jam.  Lalu proses pemanasan dilakukan. Soket sebaiknya dipotong setelah minimum 8 jam untuk pendinginan dan baru dilakukan pengamplasan dan pengasahan.

Langkah ke-4: Perakitan – Penyelesaian Kaki Palsu

Setelah berhasil membuat soket, maka beberapa komponen penting dapat ditambahkan untuk menyempurnakan kaki palsu tersebut. Komponen-komponen tersebut diantaranya piramida dan berbagai adaptor untuk piramida tersebut, pylons (pipa dari titanium atau aluminium) untuk membuat kaki cukup panjang, sistem vakum atau sistem pin untuk menyanggah kaki pasien, telapak kaki dan cangkang kaki untuk estetika dan mengisi ruang pada sepatu.

Tungkai alami dapat bergerak karena stimulai rangsangan oto yang dikirim oleh otak kita. Dengan cara yang sama, fungsi prostetik sederhana dioperasikan oleh sistem kabel yang melengkapinya sebagai pengganti fungsi otot. Teknologi prostetik paling canggih (dan mahal) yang digunakan saat ini adalah myoelectric. Myoelectric menggunakan elektroda untuk merasakan impuls otot dalam tubuh pasien (anggota tubuh residu).

Sistem kontrol eletronik mampu mendeteksi sinyal-sinyal dan memperkuatnya ke motor listrik yang mengoperasikan kaki/lengan palsu seolah-olah itu nyata. Misalnya, si pasien berpikir ingin menggerakan kaki/lengannya, otak akan menstrimulasi otot-otot pada kaki/lengan residu. Sistem elektronik menangkap perintah ini dan memerintahkan motor elektronik untuk bergerak dan kaki/lengan palsu pun bergeser sesuai dengan yang diinginkan. Tekhnologi muktahir lainnya yang digunakan untuk kendali-prostetik adalah Targeted Muscle Reinnervation (TMR) yang dikembangkan oleh Dr. Todd Kuiken dari the Rehabilitation Institute, Chicago

Langkah ke-5: Terapi Fisik dan Penyesuaian Lanjutan

Setelah prostetik selesai diproduksi dan sesuai dengan kebutuhan pasien, selanjutnya pasien perlu mempelajari bagaimana menggunakan alat yang baru tersebut. Pasien juga harus mengikuti latihan-latihan fisik untuk memperkuat fungsi otot. Diperlukan sekitar 18-20 minggu untuk kembali belajar berjalan, bagaimana naik-turun tempat tidur dan keluar-masuk kendaraan.  Dibutuhkan partnership yang baik antara ahli prostetist dan pasien.

Namun demikian, tubuh pasien mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Para ahli prostetik di Teh Lin akan melakukan pengukuran dan penyesuaian ulang berdasarkan kondisi fisik pasien di masa mendatang. Koreksi lanjutan diberikan oleh tim Teh Lin sesuai kebutuhan fisik dan kenyamanan pasien untuk memperoleh mekanisme ergonomis yang lebih baik.

Selain latihan fisik, pasien juga perlu memperhatikan proses perawatan kaki palsu yang digunakannya sehingga kaki palsu akan bertahan lebih lama dan pasien pun akan tetap nyaman menggunakannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *