Kaki Palsu Berkualitas menggunakan Mikroprosesor Teh Lin

Kaki Palsu Berkualitas: Fungsi, Material hingga Estetika

Sesederhana apapun alat bantu seperti kaki palsu atau lengan palsu memiliki fungsi yang berarti bagi penggunanya. Walaupun hanya sebentuk tongkat kayu biasa, namun kaki palsu tersebut akan berfungsi membantu gerak si pemakainya. Sehingga, kaki palsu berkualitas bergantung pada budget/biaya yang dimiliki, fungsi yang ingin didapatkan oleh pengguna, dan juga kenyamanan atau faktor estetik/keindahan dari kaki palsu. Secara sederhana, dapat kita simpulkan bahwa kaki palsu berkualitas adalah kaki palsu yang bisa mengembalikan fungsi kaki biologis seutuhnya bagi pasien tersebut, misal untuk berjalan, berenang, bersepeda dan bahkan bermain ski.

Namun demikian, canggihnya kemajuan teknologi dan penggunaan mikroprosesor pada kaki palsu berkualitas, malah menjadikan kaki artifisial tersebut bisa berfungsi melebihi kaki biologis sebenarnya. Cobalah simak artikel berikut ini.

Kaki Palsu Berkualitas: Perkembangannya dari Masa ke Masa

Penemuan pertama kali terkait prostesis adalah sebuah jempol besar di Mesir Kuno pada Abad 950 – 710 SM pada sebuah mumi perempuan. Mengapa jempol? Asumsi yang paling masuk akal adalah jempol berguna untuk penggunaan sandal di masa itu. Penggunaan sandal kuno di masa Mesir Kuno, khususnya bagi seorang perempuan, merupakan simbol identitas diri yang dianggap penting/berharga.

Penemuan kedua di Roma Kuno menyebutkan nama Jenderal Marcus Sergius yang kehilangan lengan kirinya dalam Perang Punic. Lalu, dilanjutkan ke awal Abad ke-16, seorang Doktor bernama Ambroise Pare, seorang berkebangsaan Perancis yang menemukan metode amputasi kaki dengan sistem sambungan lutut terkunci.

Era Perang sipil di Amerika terjadi menyebabkan jumlah veteran perang yang mengalami amputasi secara signifikan. James Hanger adalah yang pertama mendapatkan penanganan amputasi. Pengalamannya yang tidak memuaskan dengan kaki palsunya menghasilkan Hanger menemukan dan memproduksi prostesis tongkat barrel dari logam untuk sendi engsel lutut dan kaki. Perusahaan yang dia dirikan menjadi salah satu yang unggul dalam memproduksi kaki artifisial hingga saat ini.

Perang Dunia II pun terjadi, namun di masa ini tidak ada hasil research dan inovasi di bidang prostetik. Hingga pada tahun 1970, seorang invento Ysidro M. Martinez, yang juga seorang pasien amputasi, menemukan inovasi berarti pada ilmu prostetik. Ia mengembangkan prostetis anggota tubuh bawah dengan peningkatan pada gaya berjalan (gait) dan mengurangi gesekan sehingga menghasilkan aktivitas berjalan yang lebih nyaman bagi para pasien.

Mikroprosesor pada Kaki Palsu Modern

Memasuki era modern, kaki palsu semakin berkualitas dengan memanfaatkan teknologi muktahir mikroprosesor. Menggunakan sensor kecil yang dikendalikan dengan komputer sehingga prostesis dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan dan lingkungan sekitar.  Mikroprosesor bekerja memberikan input algoritma ke berbagai komponen pada kaki palsu modern. Sensor yang di pasang dapat bervariasi, lalu mengirimkan signal ke mikroprosesor yang selanjutnya akan memutus posisi terbaik kaki, pengaturan resistensi kaki dan pergerakan kaki pada fase berdiri.

 

Kaki Palsu Berkualitas menggunakan Mikroprosesor Teh Lin

Kaki Palsu Berkualitas menggunakan Mikroprosesor Teh Lin

Material Kaki Palsu Berkualitas

Kaki palsu berkualitas menggunakan material modern seperti karbon fiber atau baja ringan seperti titanium atau aluminium. Dengan bahan tersebut prostesis menjadi lebih ringan namun lebih kokoh/kuat. Material semacam ini menjadikan gait atau ayunan kaki menjadi lebih natural, lebih ringan. Di samping itu, mengurangi resiko jatuh atau kecelakaan, khususnya pada permukaan jalan yang tidak rata atau menaiki tangga. Sebelumnya, kaki palsu banyak menggunakan bahan dari plastik, baja, logam ringan hingga kayu ataupun kulit.

Teknologi 3D Printing Kaki Palsu Berkualitas untuk Kebutuhan Estetika

Selain untuk mengembalikan fungsi biologisnya, kaki atau lengan palsu juga memperhatikan estetika/keindahan. Teknologi printing 3D memungkinkan terciptanya pembungkus proteksi kaki palsu yang terlihat modis dan cantik. Teknologi 3D ini menghasilkan produk dengan perbaikan pada bentuk siluet kaki, model yang lebih personal dengan tampilan cover yang memukai. Cacat bukan menjadi tragedi yang sangat menyedihkan lagi. Namun bisa mengembalikan kepercayaan diri dengan estetika yang diperoleh dari teknologi 3D pada kaki palsu berkualitas tersebut.

Banyak pakar beranggapan bahwa perkembangan ilmu prostetik/ortotik yang menghasilkan lengan atau kaki palsu berkualitas merupakan bentuk perkembangan sejarah peradaban manusia. Penelitan dan inovasi muktahir akan terus berjalan, ilmu prostetik kemungkinan akan bisa melebihi fungsi biologis.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *