kaki palsu untuk penderita diabetes

Diet Sehat Pengguna Kaki Palsu untuk Penderita Diabetes

Diabetes Pembunuh Ketiga di Indonesia

Data dan hasil survey terkait penderita diabetes di Indonesia mengungkapkan bahwa diabetes adalah pembunuh nomor tiga di Indonesia. Persentasi diabetes sebesar 6,7% diurutan ketiga setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%). Terkait jumlah diabetesi (penderita diabetes), Indonesia menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Di samping itu, Kementerian Kesehatan RI menyatakan prevalensi diabetes yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dan yang paling mencemaskan adalah sekitar 2/3 penderita diabetes tidak mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit ini.

Diabetes “Sumber” Penyakit Kronis

Diabetes seringkali menjadi sumber dari berbagai penyakit berbahaya lainnya. Ia bisa menjadi penyebab komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, ginjal, mata, kaki, saraf, dan stroke. Diabetes pula menyebabkan para penderitanya harus mengalami amputasi kaki. Kehilangan kaki tersebut akibat adanya kerusakan saraf serta sirkulasi darah yang buruk. Kondisi ini menyebabkan infeksi virus pada kaki yang luka baik dengan kondisi luka parah bahkan kondisi luka ringan sekalipun. Tindakan amputasi merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan hidup penderita diabetes. Di samping itu, untuk menghentikan infeksi yang dapat bertambah/meluas, serta mengurangi kerusakan jaringan yang sehat.

Kaki Palsu untuk Penderita Diabetes

Kaki palsu untuk penderita diabetes setelah amputasi menjadi bagian anggota tubuh yang sangat penting. Pasca operasi/amputasi, rasa trauma menghantui pasien, sehingga fungsi kaki palsu untuk mengembalikan kepercayaan diri menjadi sangatlah penting. Kaki palsu memungkinkan si pasien untuk menjalani hidup normal. Hal yang perlu diperhatikan adalah luka pasca operasi. Pada penderita diabetes luka pasca amputasi akan membutuhkan proses yang cukup lama. Kaki palsu baru dapat digunakan setelah tingkat gula darah dapat dikontrol, tenaga pasien kembali pulih dan seluruh luka telah hilang/sembuh.

Desain kaki palsu untuk penderita diabetes haruslah disesuaikan dengan kondisi kaki yang diamputasi. Rancangan kaki palsu harus disesuaikan dengan kondisi spesifik dan kebutuhan masing-masing pasien. Bahan kaki palsu haruslah ringan, daya tahan dan tingkat kemudahan menggunakan kaki palsu. Khusus untuk penderita diabetes, kehilangan sensasi atau neuropati perifer adalah masalah yang harus diperhatikan. Desain sepatu menjadi sangat penting, khususnya rancangan sepatu. Sepatu harus dirancang khusus untuk meringankan tekanan yang ditanggung oleh daerah kaki residu. Hal ini untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kapalan dan bisul diabetes.

Perhatikan Asupan Makanan

Diabetes Tipe 2 pada dasarnya bukanlah jenis penyakit yang tidak dapat dicegah, salah satunya melalui pola makan yang sehat. Diet sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat seimbang merupakan keharusan bagi setiap orang untuk menghindari terkena diabetes. Terutama bagi para diabetesi yang telah mengalami amputasi, diet haruslah menjadi pilihan wajib untuk mencegah komplikasi penyakit dan kerusakan jaringan tubuh yang lebih banyak.

Asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi salah satu yang paling utama untuk diperhatikan, khususnya bagi penderita diabetes. Anjuran kebutuhan kalori sehari adalah protein 15-25%, lemak 20-25%, karbohidrat 45-65% serta vitamin, mineral dan serat dalam jumlah yang cukup. Mengurangi berat badan juga merupakan faktor penting khususnya bagi pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes. Penurunan berat badan sekitar 5-10% dari total berat badan dapat membantu kita menurunkan resiko gula darah, tekanan darah tinggi, dan tingkat kolesterol. Berat badan ideal juga menciptakan mood yang baik, energi dan perasaan sehat/nyaman. Tidak ada kata terlambat bahkan bagi penderita diabetes.

Diet Sehat: Makanan yang Perlu Dihindari dan Dikonsumsi

Dilansir dari salah situs atlanticprocare.com, berikut adalah jenis-jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi khusunya oleh pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes:

Makanan Sehat:

  • Lemak baik dari kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak ikan, biji rami, susu whole milk atau buah alpukat;
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran idealnya yang masih segar, semakin baik mengkonsumsi sayur dan buah yang berwarna, mengkonsumsi buah segar/utuh dibandingkan dalam bentuk jus;
  • Sereal berserat tinggi dan roti yang terbuat dari gandum/biji-bijian atau kacang polong;
  • Ikan dan kerang, ayam organik, ayam buras atau kalkun;
  • Protein berkualitas tinggi seperti telur, kacang, susu, keju dan yoghurt tanpa pemanis.

Makanan yang Dihindari:

Beberapa jenis makanan yang harus dihindari atau makan lebih sedikit:

  • Lemak yang berasal dari makanan yang terhidrogenasi sebagian atau makanan yang digoreng;
  • Makanan kemasan dan makanan cepat saji, khususnya yang mengandung gula tinggi, makanan yang dipanggang, permen, keripik, makanan manis pencuci mulut;
  • Roti putih, sereal manis, pasta olahan atau nasi;
  • Daging olahan dan daging merah dari hewan yang disuntik antibiotik, hormon pertumbuhan dan pakan transgenik;
  • Produk-produk rendah lemak yang telah mengganti lemak tersebut dengan gula tambahan, seperti yoghurt bebas lemak;
  • Kalori yang diperoleh dari fruktosa (seperti soda, minuman energi dan minuman penambah daya, kafein, donut, muffin dan sebagainya) menyebabkan timbunan lemak pada perut yang mempengaruhi terjadinya diabetes.

 

Alternatif Makanan Pengganti yang Lebih Sehat

Makanan yang Perlu Dikurangi

 

Alternatif Pilihan Terbaik
Nasi PutihNasi merah/coklat, kembang kol
Kentang goreng dan keripik kentangKentang manis, ubi jalar
PastaPasta gandum, spaghetti
Roti putihRoti gandum/roti biji-bijian
Sereal dengan gula/pemanisSereal tinggi serat, sereal rendah gula
Sereal jagungSereal rendah gula
JagungKacang polong, sayuran hijau

 

Pengguna Kaki Palsu untuk Penderita Diabetes juga Harus Olahraga

Di samping diet sehat yang wajib untuk penderita diabetes, olahraga atau latihan fisik juga menjadi kunci utama hidup sehat. Tak terkecuali bagi para pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes. Olahraga yang dimaksud tidak harus olahraga berat, namun dapat berupa olahraga ringan yang harus dilakukan secara teratur/reguler setiap hari. Misalnya dengan melakukan olahraga atau berjalan selama 10-30 menit setiap hari. Olahraga rutin setiap hari bahkan lebih memberikan manfaat dibandingkan hanya melakukan olahraga sekali dalam seminggu.

Olahraga sangat membantu dalam mengendalikan berat badan, khususnya bagi pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes. Selain itu, olahraga membantu memperbaiki sistem insulin tubuh. Selain jogging, pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes khsususnya, dapat pula melakukan olahraga lain seperti berenang, bersepeda atau lainnya. Oleh sebab itu, untuk menjaga tingkat gula darah, tiga hal ini penting diperhatikan bagi pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes: apa dan porsi yang dimakan dan diminum, aktivitas fisik dan konsumsi obat-obatan diabetes yang semuanya ini harus dilakukan secara teratur.

Hidup Sehat Selamanya

Perlu ditekankan pula, bahwa amputasi dan penggunaan kaki palsu bagi penderita diabetes  bukanlah penyelesaian dari segala masalah. Tentu saja asumsi ini adalah salah besar. Malah sebaliknya, pengguna kaki palsu yang menderita diabetes harus tetap mawas diri dan mampu mengkontrol tingkat gula darah. Pasien diabetes yang telah mengalami amputasi kaki, akan memiliki resiko lebih tinggi untuk kehilangan anggota tubuh satunya. Ada yang menyebutkan bahwa resiko ini mencapai kemungkinan 50% terjadi amputasi kembali apabila diabetes tidak dikendalikan secara benar. Oleh sebab itu, untuk menghindari kerusakan yang lebih banyak, treatment pencegahan diabetes menjadi sangat penting, khususnya bagi pengguna kaki palsu untuk penderita diabetes. Lakukan diet sehat, olahraga teratur, kendalikan dan cek tingkat gula darah secara teratur, dan konsumsi obat-obatan diabetes secara teratur merupakan hal mutlak yang secara terus-menerus harus dilakukan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *