latihan penggunaan kaki palsu

Latihan Penggunaan Kaki Palsu

Latihan Penggunaan Kaki Palsu

Adaptasi yang Membutuhkan Waktu dan Latihan Rutin

Latihan penggunaan kaki palsu merupakan suatu keharusan bagi pasien amputasi. Prostetik dan Ortotik (kaki/lengan palsu) menjadi sebuah perangkat baru yang sangat penting bagi kehidupan pasien pasca amputasi. Namun demikian, untuk mampu menggunakan bagian tubuh artifisial ini hingga mencapai kenyamanan yang diinginkan, pasien harus melakukan training. Penggunaan prostetik tidaklah sama dengan anggota tubuh asli sehingga membutuhkan adaptasi bagi penggunanya.

Umumnya, pasien baru membutuhkan waktu sekitar 18-20 minggu pasca operasi untuk bisa mulai berjalan kembali. Pasien lama pun membutuhkan latihan penggunaan kaki palsu apabila model kaki palsu yang digunakannya baru dan berbeda dengan model sebelumnya. Teknologi prostetik pun berkembang sehingga pasien lama tetap perlu untuk mendapatkan informasi terbaru. Disinilah peran ahli prostetik sangat dibutuhkan. Perlu diingat pula bahwa prostetik adalah sebuah perangkat mekanik dan itu artinya butuh perawatan berkala/perbaikan.

Bekerja sama bersama pasiennya, ahli prospetik mendampingi pasien dan membangun teamwork yang baik dengan pasien untuk kembali percaya diri mampu menjalani aktivitas hidup sehari hari. Namun demikian, ahli prostetik sendiri sudah mulai bekerja bahkan sebelum operasi dilakukan.

Teh Lin Pros & Ortho Inc, sebuah perusahaan dengan spesialisasi prostetik berbasis di Taiwan memiliki divisi khusus bagi para ahli prostetik handal dan bersertifikasi. Tim ini memberikan konsultasi penuh sebelum dan sesudah pasca operasi untuk dapat memberikan desain terbaik bagi setiap pasiennya. Profesional Prostetik terbagi sesuai dengan spesialisasi anggota tubuh yang akan diciptakan termasuk pula ahli prostetik bagi anak-anak.

Training Dasar (Basic Training)

Training dasar pada latihan penggunaan kaki palsu meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini:

  • Aktivitas fungsional kegiatan sehari-hari.
  • Aplikasi alat kompresor eksternal yang sesuai untuk membantu mengurangi edema dan pembentukan pada anggota tubuh residu. Sebagai titik penghubung tubuh dan prostetik, anggota tubuh residu menjadi sangat penting. Bagian ini harus diperiksa dengan seksama setiap hari, misalnya untuk mencegah radang dan rasa sakit.
  • Mengurangi edema dan pembentukan anggota tubuh. Penting uuntuk menjaga anggota tubuh residu dan prostetik tetap bersih dan kering. Ahli prostetik akan mengajarkan bagaimana cara membersihkan prostetik khususya pada area soket. Pasien harus membersihkan prostetik dengan teratur untuk mencegah terjadinya iritasi kulit.
  • Pengelolaan anggota tubuh residu (donning and doffing prosthetic, penggunaan kaus kaki yang tepat). Donning artinya memasang/mengenakan kaki palsu. Saat memasangkan alat bantu ini, pasien harus memperhatikan permukaan anggota tubuh residu tidak berkerut untuk menghindari kerusakan pada kulit pasien. Ahli prostetik akan merekomendasikan teknik memasang dan melepaskan prostetik terbaik dan peralatan bantuan lainnya seperti kaus kaki, bedak dan gel liner.
  • Mempelajari cara mencegah trauma/benjolan/peradangan pada anggota tubuh residu. Proses desensitisasi adalah proses mengurangi tingkat sensitivitas kulit di sekitar stump (bagian pangkal anggota tubuh residu yang akan dipasangi kaki palsu).

Physical Training

Training fisik meliputi penguatan otot, kebugaran dan daya tahan kardiovaskular serta training ringan lainnya. Pasien memulai latihan fisik dengan belajar bagaimana menstransfer sebagian berat badannya ke kaki palsu. Hal ini sangat vital agar pasien mampu berjalan normal kembali. Ahli terapi berperan penting untuk membangun rasa percaya diri kepada pasien melalui instruksi yang tepat dan latihan yang banyak. Ahli fisioterapi akan membantu pasien melatih otot-otot yang masih ada di sekitar kaki.

Latihan penggunaan kaki palsu awalnya menggunakan alat bantu U Walker. Pasien akan menyanggakan berat tubuhnya dengan menggengam U Walker dan sekali-sekali mulai melangkahkan kakinya. Jika sudah mulai terasa nyaman, pasien dapat melepas tumpuan tubuhnya dari tangan yang berpegangan pada U Walker. Selain U Walker, latihan penggunaan kaki palsu dilanjutkan menggunakan alat bantu kruk. Tingkat kesulitannya lebih dibandingkan U Walker. Awalnya pasien akan menggunakan dua kruk, lambat laun menggunakan satu kruk saja.

Saat pasien sudah memiliki keseimbangan yang cukup bagus dan kenyamanan dalam menggunakan kaki palsu, maka latihan dapat ditingkatkan tanpa alat bantu. Amputasi tipe AK (Above Knee) memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar dan proses yang lebih lama. Pasien sebaiknya mengikuti setiap instruksi ahli terapi/dokter untuk mencegah terjadinya luka/celaka. Ahli terapi akan memandu dan memberikan instruksi cara paling efisien dalam menghadapi berbagai situasi sehari-hari.

Gait Training

Gait training bertujuan untuk melatih keseimbangan, cara berjalan, cara menaiki tangga, naik turun trotoar atau aktivitas lainnya.  Sebelum terjadinya amputasi, kegiatan semacam ini adalah kegiatan yang dilakukan tanpa perlu diajari. Namun demikian, pasca operasi/cedera gaya berjalan (berjalan mekanik) merupakan suatu kegiatan yang harus dipelajari.

Gait sendiri artinya serangkaian ritmis, bolak gerakan pada batang tubuh dan anggota badan yang mengakibatkan progresivitas ke depan dari pusat gravitasi (tubuh). Atau gait bisa diartikan sebagai suatu rangkaian “controlled falls”. Selama gait training beberapa hal yang dievaluasi diantaranya adalah simetri dari siklus gait, langkah dan langkah panjang, irama dan basis berjalan.

Simetri merupakan salah satu aspek yang paling penting dari gait. Pergerakan satu sisi tubuh harus mencerminkan sisi lain dari tubuh. Ayunan lengan, penempatan kaki, panjang langkah, dampak kaki semua diusahakan tepat kanan dan kirinya. Kerusakan/kelemahan pada salah satu sisi anggota tubuh akan memberikan dampak stress berlebih pada sisi tubuh lainnya. Kesulitan mengendalikan kaki saat kaki mendarat (misal terlalu dekat dengan kaki yang lain) dapat menyebabkan kelemahan otot pinggul yang signifikan atau masalah neurologis.

Advance Training

Setelah pasien berhasil berjalan dengan nyaman, maka pasien dapat melanjutkan training lanjutan. Training lanjutan bermanfaat untuk meningkatkan skill pasien. Beberapa gerakan handal seperti memantulkan bola di tempat dan berjalan, melatih keseimbangan pada satu kaki, berjalan di atas permukaan yang berbeda-beda (karpet, trotoar, dsb), keluar masuk mobil, membawa barang sambil berjalan, jatuh dan bangun kembali bahkan mengendarai mobil.

 

Video: By Teh Lin

 

Kunci utama kesuksesan dalam latihan penggunaan kaki palsu adalah untuk tidak berkecil hati dan gampang menyerah. Meskipun lambat dan membutuhkan beberapa waktu, namun hal ini adalah proses yang alami dan wajar. Tubuh pasien akan mengalami nyeri otot saat beradaptasi dengan cara baru berjalan. Itulah sebabnya yang terbaik adalah memulai dengan lambat, perlahan dan terpantau. Mari berkonsultasi lebih lanjut dengan kami, SEHATINDO untuk mendapatkan layanan purna jual terbaik dari produk-produk prostetik Teh Lin.

Referensi:

  • Dikuti dari berbagai sumber
  • Foto utama oleh Tim Hipps

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *